#marriedstory, Mau Tinggal Dimana Setelah Menikah?

Penikahan adalah gerbang menuju sebuah kehidupan yang baru. Setelah pesta usai, tamu-tamu dan para kerabat kembali ke tempat tinggal masing-masing, semua sisa-sisa pesta sudah dibersihkan, ada satu pertanyaan besar yang penting untuk dijawab. Mau tinggal dimana setelah menikah? Mungkin memang ada baiknya jika mempertimbangkan dengan matang masalah tempat tinggal ini bersama – sama. Kesampingan dulu ego masing – masing dan pikirkan baik-baik. Apakah akan di rumah sendiri, rumah orang tua, apartemen, kost atau kontrak rumah. Belum lagi masalah di kota mana tempat kalian akan tinggal. Duh, bikin pusing. Kalau saja punya budget yang cukup untuk membeli rumah idaman, maka semua masalah bisa sirna. Namun kita sadar, sebagian besar dari pasangan yang baru menikah belum memiliki anggaran keuangan yang settled untuk membeli sebuah rumah. Yuk kita renungkan dua pilihan ini.


Tinggal di Rumah Orang Tua


Biasanya nih, kalau si cewek/istri adalah anak bungsu, dia diminta untuk jagain orang tuanya. Nah, buat kamu yang jadi suami, bisa ikut tinggal di rumah orang tua cewek lho.

Keuntungan:

•Bisa lebih dekat dengan orang tua

•Biaya tempat tinggal bisa ditekan, karena ngumpul sama mertua

•Biaya yang lain-lain seperti makan, air, listrik, dll bisa lebih dihemat karena tinggal bareng satu rumah

Kerugian:

•Biasanya jika kalian ada masalah, terpaksa orang tua juga ikut tau

•Relationship mertua-menatu antara ayah si istri dengan si suami biasanya agak sensitif. Uy

•Daerah privasi kalian lebih sedikit

Pada dasarnya kita hanya butuh jarak untuk menghindari konflik batin yang kerap terjadi antara mertua dan menantu. Selain itu jarak juga berfungsi untuk mengundang hadirnya rasa rindu antara orang tua atau mertua dengan anak atau menantu.


Nge-kost

Biasanya kost pasutri tidak terlalu mahal, cukup terjangkau dan ada beberapa yang dilengkapi dengan fasilitas dapur umum. Dengan menetap di tempat kos kamu bisa lebih hemat apalagi kost di jakarta yang kota besar karena biasanya lebih murah daripada mengontrak rumah, dan bisa memilih lokasi yang dekat dengan tempat kerja. Karena tempat kos biasanya berlokasi di daerah-daerah strategis. Selain itu, jika kamu atau pasangan masih kuliah, menyewa kost bisa lebih hemat dibandingkan apartemen atau membeli rumah. Tinggal di kamar kost mungkin lebih murah daripada menyewa apartemen. Beberapa tempat kost juga berada di lokasi yang cukup strategis. Namun perlu dipikirkan perlindungan terhadap privacy keluarga karena kamar kost biasanya berdempetan dan penghuni kost terdiri dari berbagai lapisan masyarakat dengan pembawaan pribadi masing-masing.


Mengapa Memilih Sewa Rumah?

Keuntungan dari sewa rumah adalah kamu dan pasangan dapat memulai menapaki hidup baru tanpa campur tangan orang tua dan keluarga. Biaya yang dikeluarkan pun tidak sebesar membeli rumah, dengan model, lokasi dan fasilitas yang bervariasi bergantung seberapa besar anggaran yang kamu sediakan. Sementara kerugian dari mengontrak rumah adalah, meski setiap bulan mengeluarkan uang, namun rumah yang kamu tempati tersebut akan tetap menjadi milik si empunya rumah dan tidak akan menjadi milik kamu. Sementara kalau ngontrak, bayar sewanya dihitung tahunan. Memang, butuh biaya besar untuk pasangan membayar biaya kontrakan, tetapi minimal setahun mereka tidak pindah tempat tinggal. Apalagi kalau lingkungan sudah cocok satu sama lain dan dekat dengan tempat kerja, misalnya kantor kamu atau pasanganmu berada di daerah Jakarta selatan jadi kamu bisa sewa rumah di jakarta selatan juga. Hidup lebih tenang karena tidak setiap bulan nyisihin biaya buat bayar kostan. Tertarik mengontrak rumah dalam waktu dekat? Pastikan kamu dan pasangan mengingat hal-hal di atas, ya! Pastikan pula kalian menyiapkan segala sesuatunya secara matang, sehingga suasana rumah benar-benar nyaman meskipun masih berstatus sebagai rumah kontrakan. Selain itu, pastikan juga kondisi keuangan dalam status aman atau stabil meski harga sewa rumah yang kamu dan pasangan pilih lumayan mahal.

Sambil menyusun rencana membeli rumah pribadi tetaplah bersyukur atas segala karunia Sang Illahi.

(dw)

 

No comments:

Powered by Blogger.