KKN - Kuliah, Kerja atau Nikah?


Setiap orang harus memiliki traffic lamp nya sendiri dalam hidup untuk memberikan batasan kapan harus berhenti dan kapan harus berjalan. Untuk memikirkan tujuanya harus ke sebelah kiri, kanan atau lurus. Dan setiap orang berbeda.

Kerja dimana? Gaji berapa? Kapan nikah? Lulusan mana? Sebagian besar atau bahkan semua anak millennial seperti saya, sekarang sedang dicecar dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Mungkin kalian akan merasa kesal, tapi jangan emosi atau marah karena itu kita tidak bisa membungkam mulut beribu orang yang bertanya tapi kita bisa mengontrol diri sendiri. Aku sendiri semenjak memasuki bangku kuliah memilih untuk kuliah, mengikuti beberapa organisasi di dalam dan di luar kampus, bekerja sekaligus menjadi asdos. Sebenarnya kita bisa menjalankan semuanya bersamaan namun pasti ada skala prioritas dan beberapa orang tetap memilih salah satunya, itupun harus memiliki keberanian karena kita harus mampu dan berani menentukan satu dari sekian banyak pilihan dalam kehidupan ini. Beberapa pandangan aku ini semoga bisa menjadi motivasi untuk memperkuat apapun pilihan yang sedang kalian jalani.

KULIAH

Binus JWC Campus
Mungkin sebagian orang masih berpikir, menikah merupakan titik saat akhirnya seseorang hanya memiliki dua pilihan yaitu untuk mengurus rumah tangga atau bekerja demi perekonomian keluarga. Padahal, sebenarnya masih banyak pilihan lain termasuk untuk mengembangkan potensi diri hingga mengenyam pendidikan setinggi-tingginya lo. Pendidikan seperti sebuah bandrol harga yang nggak bisa ditawar. Pasalnya, kelak kita akan menjadi calon orang tua bagi para buah hati, secara otomatis kita akan menjadi guru bagi mereka. Berangkat dari alasan itulah kemudian kita perlu memahami betul jika pendidikan adalah bekal yang baik untuk mendidik anak-anak kelak. Sebagai seorang  manusia yang baik, kita harus memiliki cita-cita yang tinggi dalam menempuh pendidikan. Bukan hanya sekedar mengejar nilai, tetapi bagaimana kita mampu menguasai ilmu-ilmu tersebut untuk direalisasikan dalam kehidupan nyata. Pengalaman adalah hal paling berharga yang akan kita simpan sampai hari tua nanti dan mungkin akan kita ceritakan kepada anak cucu. Orang yang memperhatikan kondisi masyarakat secara umum akan menjumpai bahwa seorang pria bisa menikahi seorang wanita dalam usia berapapun. Kesempatanya untuk memilih pasangan yang sesuai akan bertambah, apabila tingkat pendidikan, ekonomi, dan status sosialnya semakin tinggi, apalagi jika seorang yang memiliki popularitas dan lingkungan sosial yang populer juga. Adapun justru wanita sebaliknya, semakin tinggi tingkat pendidikanya, maka semakin sedikitlah kesempatannya untuk menikah, kecuali apabila ia telah menikah sejak sebelum menyelesaikan studinya dan menerima ijazah. Akan tetapi, jika ia tidak juga menikah sampai memperoleh gelar sarjana dari perguruan tinggi atau yang setara denganya atau lebih tinggi lagi semisal S2, dan S3, kesempatan untuk menikah  lebih kecil dibandingkan gadis yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Menurutku ini adalah stigma yang perlu diperbaiki.

KERJA

#takenbydevina
Beberapa orang memilih untuk bekerja terlebih dahulu sebelum menikah, bukan haya karena mereka ingin menikmati hasil kerja keras. Tetapi juga ingin punya bekal secara finansial untuk menghidupi keluarga kelak. Karena dengan bekerja, kita tak hanya mendapatkan banyak pengalaman tapi juga bisa menyiapkan tabungan untuk masa depan. Mengingat, kehidupan setelah pernikahan justru yang paling berat dan butuh banyak pengeluaran. Siapkan dulu tabungan untuk pernikahan, untuk hidup dengan pasangan hingga untuk buah hati kelak. Bekerja menuntut kita untuk bertemu dengan banyak orang. Dari berbagai macam kepribadian dan latar belakang yang beragam membuat kita bisa sharing tentang banyak hal. Dengan begitu, pengetahuan akan hal lain semakin bertambah. Kita pun bisa belajar menghargai perbedaan, baik itu perbedaan pendapat, perbedaan watak, perbedaan cara pandang terhadap sesuatu dan berbagai macam perbedaan lainnya. Hal tersebut tentu saja bisa menjadi bekal untuk masa depan. Bekerja sebelum menikah akan memberikan kita kesempatan untuk membahagiakan orangtua. Karena dengan penghasilan yang ada, bisa memberikan hal-hal menyenangkan sebelum akhirnya nanti mereka menutup mata. Bukan berarti hal tersebut tidak bisa kita lakukan setelah menikah, namun setelah menjalani hidup baru bersama pasangan, segala sesuatu harus diputuskan bersama. Kehidupan di tempat kerja akan mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang sistematis, bertanggung jawab, dan mudah beradaptasi juga.

NIKAH

Sebelum memutuskan menikah muda, pertimbangkan baik-baik apa kekasih sudah cukup dewasa dan bisa berkomitmen. Ingat, pernikahan bukan hanya atas dasar cinta melainkan tanggung jawab menjalani kehidupan bersama. Oleh karena itu, jika kita sudah merasa sangat cocok dengan pasangan, lebih baik persiapkan diri untuk kehidupan setelah menikah. Banyak bertanya dan sharing dengan keluarga serta kerabat dekat supaya punya gambaran tentang kehidupan pernikahan. Tidak pantas jika seseorang yang sudah menikah tetap bebas, lepas menelantarkan keluarganya sebagaimana dahulu biasa dilakukan ketika masih lajang. Agama islam menghargai pernikahan dengan penghargaan yang tinggi, dan menganjurkan dilaksanakanya pernikahan selama ada kemungkinanya untuk itu. Pernikahan merupakan keharusan karena ia memberikan perlindungan dan penjagaan bagi pemuda muslim, khususnya dalam situasi banyaknya godaan. Selain itu, pernikahan bisa mewujudkan ketenangan dan ketentraman. Namun, menikah bukan hanya tentang urusan pesta sehari. Lebih dari itu, kita dan pasangan harus mulai bertanggung jawab terhadap keluarga kecil seumur hidup. Jadi, kondisi finansial yang stabil tentu sangat penting bagi keluarga kecil Anda. Jangan sampai Anda dan pasangan mengalami kesulitan finansial dan membebani orang tua setelah menikah. Menikah memang tak harus menunggu mapan dan punya banyak harta. Namun, setidaknya punya pekerjaan sebelum menikah adalah kewajiban tak tertulis yang akan memperlancar kehidupan rumah tangga.

Tidak ada kejelekan diantara ketiga pilihan itu. Saat kemudian kita hendak menentukan satu di antara pilihan itu, maka, kita harus benar-benar memikirkan segala resiko dan konsekuensi atas pilihan kita. Karena, apa yang kita lakukan sekarang, akan menentukan bagaimana kita di masa depan. Selain itu, yang terpenting disini ialah, bagaimana kemudian kita mempertanggungjawabkan pilihan kita. Apakah kamu masih tetap ingin buru-buru menikah, berjibaku dengan tugas dan penelitian di bangku kuliah atau mau menjajal terjun di dunia kerja terlebih dahulu? Semua keputusan ada di tanganmu.
#DW

4 comments:

Powered by Blogger.