Hay! tenaga medis, kamu luar biasa

by - Thursday, July 12, 2018

      Setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan, begitulah tenaga medis atau tenaga kesehatan diartikan. Banyak orang ingin menjadi tenaga medis mulai dari, dokter, perawat, apoteker sampai bidan. Orang-orang melihat betapa menyenangkan menjadi seorang tenaga medis karena dianggap sebagai orang yang berintelektual tinggi dan berjiwa sosial, karena bekerja sekaligus membantu. Ternyata ada beberapa hal yang dirasakan oleh tenaga medis nih, mulai dari suka dan duka, berawal dari mengenyam pendidikan sampai menginjakan kaki di dunia kerja atau saat masuk ke dunia masyakat. Mau tau apa saja yang dirasakan para tenaga medis ini? Yuk simak penjelasan dibawah, buat kalian para tenaga medis pasti mengiyakan dalam hati sambil tersenyum 
1. Pulang sekolah lebih lama dengan tentengan di kedua tangan
    Buat kalian yang pernah menempuh pendidikan di dunia kesehatan pasti pernah merasa bahwa kalian telah salah memilih jurusan dan sedang berada di jurang kegelapan. Kenapa? Karena begitu berat perjuangan kalian untuk belajar dan menyelesaikan studi kalian. Mulai dari membawa tentengan di kedua tangan, sebelah kanan adalah kamus kesehatan masing-masing bidang misalnya farmakope untuk bidang farmasi yang tebalnya bisa mengalahkan novel harry potter dan tangan sebelah kiri membawa peralatan tempur untuk praktek. Jangan ketinggalan jas lab yang sudah banyak noda di mana-mana dan warnanya tidak lagi putih yang kalian sematkan di pundak. Ketika kalian sama-sama berangkat bersekolah di jam yang sama dengan anak-anak jurusan lain, tapi kalian harus menerima kenyataan pahit saat anak jurusan lain sudah pulang, kalian masih berkutat dengan mencit percobaan di lab sekolah. Meskipun begitu, kebahagian selalu terpancar dari wajah-wajah itu, sebatas tertawa bersama di lapangan sekolah atau menertawakan teman lain karena terkena percikan bahan kimia di jas putihnya. Semua bisa dilalui bersama teman-teman.

​2. Tugas sekolah menjadi pacar yang setia setiap saat
    Meskipun jam sekolah yang padat, tetapi tugas dari guru tetap berjalan. Bisa sampai setiap hari ada tugas baik pelajaran umum maupun kejuruan. Tips agar bisa tetap mengerjakan tugas adalah meminum kopi dan mendengarkan radio. Tidur jam 3 pagi dan bangun lagi pada pukul 6 sudah biasa bagi anak kesehatan. Saat tiba di sekolah, lanjut mengerjakan tugas. Tidak heran tenaga medis itu tahan banting karena memang sudah dididik dari bangku sekolah. Jadi kalian yang punya pasangan tenaga kesehatan patut berbangga diri.

3. Jujur adalah modal utama
    Petugas medis selalu berhadapan dan bertanggung jawab dengan nyawa seseorang. Baik dalam bekerja atau sekolah kejujuran adalah nomor pertama. Dalam dunia kerja pasti berhadapan langsung dengan rupiah, dosis obat, diagnosa, nyawa dan disana kejujuran disbutuhkan.

4. Teliti, gesit, tidak boleh moody
​   
 Kebayang dong saat mengahadapi orang sakit dan yang ngobatin atau merawatnya menunjukan muka murung atau juteh, bisa-bisa pasienya tambah sakit atau saat menghitung dosis obat salah 1 mg aja itu bisa diminta pertanggung jawabanya. Selain itu, gesit juga diperlukan oleh tenaga medis, misalnya saat ada kecelakaan, tenaga medis harus bergerak cepat dan tepat.

5. Tanggung jawab selain sama atasan, sama yang di atas juga
    Tahu gak sih? Tenaga medis, saat lulus sekolah di ambil sumpahnya, untuk muslim bersumpah dibawah Al-quran. Gak main-main kan, pertanggung jawabanya sama Tuhan langsung.

6. Senyum dan sabar sebagian dari kesehatan
    Katanya senyum itu obat yang paling mujarab untuk segala jenis penyakit. Bisa dibanyangin kan kalo lagi sakit gigi bawaanya emosi terus, senggol bacok. Nah, gimana cara menghadapinya? Tenaga kesehatan ini sudah punya solusinya, tanya aja deh betapa sabarnya mereka.

7. Tidak ada tanggal merah di kalender
    Setelah memasuki dunia kerja, yang dihadapi tenaga kesehatan pun semakin menantang. Dengan niat yang mulia yaitu meningkatkan kesehatan seluruh penduduk bumi, maka tidak ada tanggal merah bagi si ber-jas putih. Orang sakit tidak kenal libur maka yang merawat pun tidak kenal libur, saat tanggal merah pegawai kantoran berlibur ke luar negeri, tenaga kesehatan cukup tersenyum melihat 1 pasien kembali sehat. Terkadang saat hari raya pun mereka tetap harus bertugas dan menyambut kemenangan jauh dari keluarga.

          Nah, jadi buat kalian yang ingin mengambil bidang kesehatan untuk masa depan kalian, harus disiapkan lahir batinnya mulai dari sekarang yah. Dan semoga setiap orang saling menghargai apapun itu pekerjaanya. Semoga berfaedah. Salam sehat ^^

You May Also Like

0 comments

Instagram