Café atau Perpustakaan? Pahami, dekati, tanamkan, lalu ubah

by - Wednesday, July 25, 2018


Membaca adalah salah satu hal yang harus dibudayakan dan selalu dikembangkan. Banyaknya hoax yang tersebar sekarang ini juga disebabkan karena kurangnya minat baca seseorang, orang tersebut hanya membaca sebagian ataupun hanya membaca awal paragraph tanpa membaca keseluruhan isi berita atau artikel. Padahal sejak kecil, kita sudah dijejali banyak pelajaran yang mengutamakan buku sebagai media belajar. Koar-koar untuk meningkatkan budaya baca pun sudah dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat, dengan cara membangun taman baca atau membuka lapak baca buku gratis, bahkan telah dilakukan juga oleh pemerintah, dengan cara menyediakan perpustakaan umum, atau perpustakaan keliling. Namun sulit untuk merubah kebiasaan, sulit bukan berarti tidak bisa. Generasi zaman now lebih menikmati kegiatan bermain gadget ataupun nongkrong cantik di café mahal untuk sekedar mengobrol atau ujung-ujungnya bertemu untuk bermain game bersama. Games online­ dan media sosial telah mengalahkan ketenaran buku cetak, sekarang. 
D'Linkers 313
Orang kreatif tidak pernah kehabisan ide untuk membuat suatu inovasi. Jika tidak bisa menggunakan cara kuno, maka gunakan cara yang kekinian. Seperti yang dilakukan oleh pemilik kedai makan satu ini. Rumah makan d’linkers yang berada di daerah tiban ini tidak hanya menyediakan makanan enak dan murah tetapi memberikan fasilitas berupa perpustakaan. Setiap pengunjung bisa membaca buku sepuasnya di tempat ini, mulai daripukuk 10 pagi sampai 10 malam. Pertama kali saya melihat, kedai makan ini biasa saja menyajikan makanan western dan local seperti kebanyakan restaurant lain yang ada di Batam. Tetapi ada yang menarik setelah saya amati, yaitu terdapat tulisan perpustakaan gratis. Saya pun memutuskan untuk mengakhiri rasa penasaran saya. Pada pukul 3 sore, sepulang dari tempat kerja saya ingin berselancar di mbah google dan mencari beberapa informasi kompetisi. 

Coffee addict

suasana kedai makan

konsep kekinian
D-linkers ini tidak berada di pinggir jalan raya sehingga beberapa orang tidak terlalu memperhatikan sign board kedai makan ini, hanya orang-orang yang sering melewati tiban impian ini yang akan ngeh jika ada kedai makan yang menawarkan fasilitas yang super wow. Saat masuk kedai makan, saya disambut dengan senyuman dan salam dari pemilik kedai, memilih tempat duduk dan mengamati menu makanan. Ternyata banyak menu yang disediakan mulai dari masakan local seperti ayam bakar, nasi goreng, ayam panggang isi urab hingga western food seperti steak, fish fillet dan banyak menu unik disini. Selain menu makanan yang unik, saya suka karena harganya yang bersahabat. Memesan ayam bakar, nasi putih, kopi dingin dan aqua, hanya Rp29.000. Selain itu, untuk para pemburu wifi atau mahasiswa yang sedangmenyelesaikan skripsi dan membutuhkan tempat yang nyaman serta wifi gratis, D’linkers cocok banget. Sesekali pemilik kedai mengajak ngobrol santai sembari diiringi lagu melow yang menambah suasana menjadi hangat, sangat tenang berada disini tanpa musik rock and roll atau teriakan anak-anak ABG. 

Perpustakaan lantai 2

Konsep menarik

Terdapat pendingin ruangan
Tempat yang kekinian, makanan enak dan unik, wifi gratis, sambutan ramah, harga murah, lalu apa lagi? Ada yang lebih istimewa daripada itu, kedai ini menyediakan perpustakaan yang ada di lantai 2, betapa terkejutnya saya ketika menaiki tangga menuju perpustakaan yang dihiasi lampu-lampu tumblr dan beberapa gambar di dinding sangat indah, saat sampaidi ruang perpustakaan saya tambah terkejut karena perpustakaan itu sangat luas, dengan AC, beberapa bantal, banyak koleksi buku menarik, karpet yang bersih, aroma ruangan yang harum dan disediakan tempat sholat bagi muslim. Takjub, ternyata masih ada orang-orang yang peduli pada generasi muda dan ikut membudayakan literasi dan mendukung minat baca. Beberapa saat, saya mengobrol dengan pemilik kedai. Ternyata buku-buku itu didatangkan langsung dari Jakarta, dan memang beliau ingin sekali banyak generasi muda yang peduli tentang literasi. Dia sangat khawatir dengan keadaan emosional pemuda sekarang, yang lebih mementingkan telepon genggam dan melupakan buku. Beliau berpendapat bahwa, jika kita tidak bisa mengajak mereka untuk membaca maka datanglah kepada mereka, pahami dulu jalan fikiranya, dekati mereka dengan melihat kegiatan dan perilakumereka, tanamkan sedikit benih kebudayaan lalu rubah pola fikir mereka . 

fasilitas mushola 

Rak buku

Beberapa Koleksi Ensiklopedia


Rak buku

Terdapat banyak koleksi buku berbagai genre

Free facilities
Setelah memahami jalan fikiran anak muda, ternyata mereka memang lebih suka nongkrong di café kekinian sambil mengobrol, maka tercetuslah ide untuk membuka kedai makan dengan fasilitas perpustakaan ini. Inilah yang dinamakan nongkrong berfaedah,sambil membaca buku dan menambah wawasan. Sesaat sebelum saya pergi, beliau mengatakan “ajaklah teman-teman kesini, datanglah ke perpustakaan untuk sekedar membaca, tidak membeli makanan atau minuman pun tidak apa-apa”. Lalu saya tersenyum.


Ruko Tiban City Square Blok A4 No. 06 Sekupang Batam
Batam
Kepulauan Riau 29426
Indonesia

You May Also Like

0 comments

Instagram